Puisi: Ujian

BY: M. Tasar KarimuddinKuhembus debu yang menutupimuNtah setebal apa baju yang kau pakaiTulisan aneh membingungkan akuMungkin mataku yang sudah lunglaiKulihat dirimu berdiri menantangNamun parasmu mengajak bertemanDiatas lantai dirimu kubentangKau hanya diam tiada tanda melawan Ku pandang dirimu luar dan dalamKau bawa aku jauh keangkasaHitam dan biru berlabuh malamSijimat putih tampak

Bibir Memuji

BY: M. Tasar KarimuddinLambaian tangan merekaMenuntut jiwa menangisAirmata tak sempat berdansaNamun, hati perih bak teririsMenanti di istana yang sesakSandarkan diri dikursi penantianTerpejam namun tak nyenyakDatang dan pergi ada himbauan Alhamdulillah semuanya terangMencari sajadah sebelum malambergerak laju tempatkan barangTerpancar cerah alpakan buramTunaikan syarat cepat dan tepatPenutup

Puisi: Mawar

BY: M. Tasar KarimuddinAda bunga tersenyum mekarSimeulu jua ratu bahagiaBerselang tahun tiada kelakarBerkerut dahi sang ksatriaSultan mengharap raja abadiSang ratu tiba lalu mengalahMenyanyanginya setulus hatiLayaknya kasih ibu dan ayahMuka yang kerut tertawa panjangMelihat amanah begitu luguLahir hikayat bertemu pandangDikala itu terdengar laguMawar cucukuMawar anakkuMawar hatikumawar

Puisi: Semalam

By: M. Tasar KarimuddinNtah dimana diri terhamparBerlari tampa tujuanDiawang mimpi dan sadarBerhenti lalu berjalanMereka menyapa dengan hormatDiri tertunduk balas menyapaAyat- ayat terbaca ntuk selamatMenatap langit bersenyum manja Bersua khalayak tertawa ramahSang bidadari senyum merayuTerkejut diri semuanya musnahBenarkah dia siputeri maluMimpi semalam telah menghilangmimpi semalam takkan

Hajar berbisik

BY:. M. Tasar KarimuddinTerpaku berdiri ditemani haruMemandang bagaikan mimpiDisinakah sempurnanya islamkuMereka terus berputar memujiSemuanya bertekuk lututSadar akan dirinya yang berdosaAda jiwa yang menuntutAgar selalu bisa bersamaNYA Disanalah gambaran hidupMengundang sejuta diamMatahari tak kenal redupBerjanji untuk mengancamHajar..menangis karna disembahHajar..sedih melihat gundahHajar..

Disini

BY: M. Tasar KarimuddinDisini..Aku masih seperti yang duluTertawa dan menangisBisikan angin adalah isuBiarkan saja ia berdesis Disini..S�lalu sunyi namun terangSemuanya bersuka riaKu harap tiada bimbangImpian itu pasti menyapaDisini.. Tempat berlayar Disini.. jangan tergeleparSanjay place- AgraSaturday, March 08, 20084: 11 pm.