Buah Simalakama


By: M. Tasar Karimuddin

Seandainya bukan karna buah simalakama,
maka aku tidak menjadi milikmu.
Seandainya Allah tidak aku takuti,
Maka perpisahanlah yang akan terjadi.
Seandainya orangtua, aib dan malu keluarga yg aku pikirkan,
Maka akan kucampakkan dirimu tampa belas kasihan.

YA ALLAH, takdir MU adalah hidupku,
mohon bimbingan dan hidayah MU.
YA RABBI, langkah, rizki, jodoh dan mautku

BERSAMAMU


BY: M. Tasar Karimuddin

Seminggu bagaikan sedetik
Tampa terasa berlalu bak sapaan angin
Entah kapan kita akan bersama
Mungkin nanti setelah semuanya baik menurut sang KHALIQ.

Senyuman dan tawamu menghilangkan semua duka
Tiada beban yang kupikul bila kau disisi
Kedewasaanmu dalam menjalani bahtera ini
Membuatku kagum dan akan mencintaimu sampai akhir masa..

Hari - hari yang suram diam tak

BERSYUKUR





Tertawa, menangis suka dan duka berlalu begitu saja
Tidak pernah bertanya datang dan perginya
Kesenangan negatif menjadi kenangan yang terukir,bahkan..
Di abadikan dalam tulisan dinikmati masa

Bersyukurlah dengan benar
Selama syukur itu masih bersama anda
Jangan bermimpi untuk bersyukur
Jika ia telah pergi menemani jiwa menghadap SANG PENCIPTA

03-11-2011
Ulee Kareng Delima , Pusong lama

CITA - CITA HIDUP


BY: Mohd. Tasar KarimuddinMelirik waktu yang tak kenal lelah dan diskusiTerus berjalan dengan nada tik dan tok sampai akhir masaBangunlah dari tidur yang penuh impian palsuUsaha dan doa adalah kunci kehidupanMasa depan bukanlah pemikiran dan pandangan belakaReaksi wujud lahirkan cita - citaKutu buku akan menjadi ilmuwan duniaPengusaha jaya pemodal yang ulungRaihlah cita - cita dengan

KETENANGAN


BY: M. Tasar Karimuddin

Dilahirkan tampa sehelai benang,
menjalani hidup bebas dialam semesta,
menelusuri jejak kedamaian,
resah dan gelisah selalu menghantui.

Ketenangan Qalbu tidak mudah dimiliki,
Kesenangan hidup tersembunyi dsetiap hembusan nafas,
Lupa diri akan nikmat,
Menjadi petaka Murka SANG RABBI.

Kemewahan 24 jam mendampingi kita,
Mengikuti nafsu merupakan hukum adat yang selalu

SURAT TUA


by: M. Tasar Karimuddin