puisi: Seuramoeku

BY: M. Tasar KarimuddinMasih berbisik suara mereka ditelingakuBerteriak, menangis seakan diazabDidalam putaran bergulung kita bakuKini sirna dengan empat kali atap Ingatkah kita akan teguran mautCinta dunia fana tak bergunaNyata tersirat murkanya sang lautAlam merata tiada bernyawaTapi, mengapa mereka bagaikan syeitanHilang ingatan akan ombak yang bergulungApa karna jabatan menjadikannya sultan?

Puisi: Pusaka

By: M. Tasar KarimuddinNak, ingatlah pusaka ayahanda Bukan rencong atau kekayaanKata-kata indah yang selalu beriramaTampa instrument kau pulas diayunanNak, masih ingatkah akan nada- nada ituIbu selalu bernyanyi sebagai pengantar tidurmuKamu tersenyum dan meniru kataku ituIbu berdo�a semoga nada itu menjadi senjatamu Adikku, bangunlah istana yang indah Namun, tak megah bagi yang melihatHidup dan

Janjiku

BY: M. Tasar KarimuddinLangkahku kini begitu ringanTiada penghalang dan bimbangPikiranku jauh dari angan- anganSatu arah menuju gerbangTak usah bertanya: bagaimana kabarku?Aku saja tak pernah menyapamuJangan bermimpi memanggil namaku?Aku tak ingin melihat wajahmu istiqamahku telah pergiplin- plan mu jua musnahkan rasahidupku kini seindah pagimasalalu itu pergi temani jiwaSanjay Place-

Puisi: Laila Fitri 2

By: M. Tasar KarimuddinSayang..Relakan aku pergi jauh bersama anginBiarkan malam menyelimutikuBersama bintang aku tidak kesepianJagalah diri pesan akhirkuLailaku..Jangan menyendiri didalam sepiMemandang bulan lahirkan dukaJadilah mawar yang s�lalu wangiTebarkan aroma sejagat raya Fitriku..Pertemuan kita takkan pernah jauhPerpisahan pula jawaban alamKenangan silam mesti berlabuhombak murka lalu

Rizki dari langit

BY: M. Tasar KarimuddinHari ini paras bumi cerah nan ceriaKatanya, kemarin bumi basahIa tidak berkata, tapi alam berceritaIya, tiada manusia yang lelah Hari ini angin memberi kabarMerebohkan semua yang berdiriHitam dilangit sekilas sinarSemua berlari selamatkan diriRizki dari langit akan datangMenyapa alam sebagai jawabanSikecil senang bukan kepalangBerlari kecil temani hujanSanjay place-

Hilang

BY: M. Tasar KarimuddinTiada salam petanda datangWassalam jua tak menyapaSuara riuh t�lah menghilangHati bernyanyi bersuka riaAngin membelai lembutTerbuai diri dibawa malamBerdiam didalam kabutPasrahkan kata mengancam Ku pendam kata didalam hatiNiatku suci diam membisuBerkoar juga musnahkan diriTak bersuara menjadi isuHilang entah dimanaHilang entah kemanaSanjay Place- AgraThursday,April 3, 20087

Puisi: Ujian

BY: M. Tasar KarimuddinKuhembus debu yang menutupimuNtah setebal apa baju yang kau pakaiTulisan aneh membingungkan akuMungkin mataku yang sudah lunglaiKulihat dirimu berdiri menantangNamun parasmu mengajak bertemanDiatas lantai dirimu kubentangKau hanya diam tiada tanda melawan Ku pandang dirimu luar dan dalamKau bawa aku jauh keangkasaHitam dan biru berlabuh malamSijimat putih tampak

Bibir Memuji

BY: M. Tasar KarimuddinLambaian tangan merekaMenuntut jiwa menangisAirmata tak sempat berdansaNamun, hati perih bak teririsMenanti di istana yang sesakSandarkan diri dikursi penantianTerpejam namun tak nyenyakDatang dan pergi ada himbauan Alhamdulillah semuanya terangMencari sajadah sebelum malambergerak laju tempatkan barangTerpancar cerah alpakan buramTunaikan syarat cepat dan tepatPenutup

Puisi: Mawar

BY: M. Tasar KarimuddinAda bunga tersenyum mekarSimeulu jua ratu bahagiaBerselang tahun tiada kelakarBerkerut dahi sang ksatriaSultan mengharap raja abadiSang ratu tiba lalu mengalahMenyanyanginya setulus hatiLayaknya kasih ibu dan ayahMuka yang kerut tertawa panjangMelihat amanah begitu luguLahir hikayat bertemu pandangDikala itu terdengar laguMawar cucukuMawar anakkuMawar hatikumawar

Puisi: Semalam

By: M. Tasar KarimuddinNtah dimana diri terhamparBerlari tampa tujuanDiawang mimpi dan sadarBerhenti lalu berjalanMereka menyapa dengan hormatDiri tertunduk balas menyapaAyat- ayat terbaca ntuk selamatMenatap langit bersenyum manja Bersua khalayak tertawa ramahSang bidadari senyum merayuTerkejut diri semuanya musnahBenarkah dia siputeri maluMimpi semalam telah menghilangmimpi semalam takkan

Hajar berbisik

BY:. M. Tasar KarimuddinTerpaku berdiri ditemani haruMemandang bagaikan mimpiDisinakah sempurnanya islamkuMereka terus berputar memujiSemuanya bertekuk lututSadar akan dirinya yang berdosaAda jiwa yang menuntutAgar selalu bisa bersamaNYA Disanalah gambaran hidupMengundang sejuta diamMatahari tak kenal redupBerjanji untuk mengancamHajar..menangis karna disembahHajar..sedih melihat gundahHajar..

Disini

BY: M. Tasar KarimuddinDisini..Aku masih seperti yang duluTertawa dan menangisBisikan angin adalah isuBiarkan saja ia berdesis Disini..S�lalu sunyi namun terangSemuanya bersuka riaKu harap tiada bimbangImpian itu pasti menyapaDisini.. Tempat berlayar Disini.. jangan tergeleparSanjay place- AgraSaturday, March 08, 20084: 11 pm.