Pagi itu dalam kuda putih kami bertiga menuju Banda menjemput kakanda,
pembicaraan hangat keluar tanpa batasan jabatan dan usia,
menempuh jalan yang padat dengan kendaraan yang berlalu-lalang dengan kepentingan yang beda,
kami mesti cepat untuk sampai ke tujuan tepat waktu.
Tawa dan canda yang terjadi dalam perjalanan sangat akrab,
rasanya tidak akan sama dengan perjalanan kami
Terasa penat dan berat untuk mengeluarkan pendapat,
Buyar begitu hanya terpintas pada waktu yang tidak menentu,
Perjuangan hidup memang tidak ada yang sama tapi usaha keras
diwajibkan,
Siapa saja yang tidak pernah bosan dengan pekerjaannya,
Maka kemenangan menyertai mereka.
Setiap langkah yang akan kita lakukan,
Syaitan di depan mencoba mengarahkan ,
Tergantung kita dhalim dan kebaikan
Jalanan terasa sesak setiap malam minggu menjelma,
sepertinya aspal hitam sangat berat menampung beban roda dua,tiga dan empat,
di setiap sudut kota ada keluarga tertawa ria sambil bercengkrama,
ada juga sepasang insan di pojok kegelapan tanpa ada larangan.
Kehidupan malam di kota lhokseumawe sangat menguntungkan,
perputaran keuangan sangat mendukung pedagang pinggiran,
di sisi lain
Keramaian selalu menjadi pendamping dalam menjalani aktifitas,
Sepertinya aku tidak akan bisa berpisah dari lalu-lalangnya mereka,
Tempat yang menjadi pojok adalah kesukaan ku,
sedangkan teman-teman ku tahu keberadaan ku di waktu pagi, petang
begitu juga malam.
Terkadang aku menginginkan sesuatu yang baru,
Dunia baru yang diluar sana menjanjikan, tapi banyak kendala yang harus
ku