PUISI LUKA
Ku rilis syair puisi sendu ini..
Agar kau tahu,
Di tiap jantung memburu masih memompa nafas mu..
Walau pun ku tahu kau dah di jodohkan orang tua mu.. ?"SEMOGA KAU BAHAGIA SELAMANYA"? Jejak pijak langkah terdengar sayu burung camar berkicau merdu..
Terpekur ku diam membisu menengadah buih pesona mu.. Jalan liuk melenggang dan berbatu
kasih sayang mengadu ketika tanggis menderu risau cinta tak bertamu.. Hemm..sendi-sendi mulai tak mampu berdiri
Ngilu tulang belulang kaku Saat ku tahu kau telah di jodohkan orang tua mu.. Acccchhhh..lenguh mengaduh mengenggam gemuruh asa pun tinggal angan dan peluh..
Cinta yg telah ku tempuh kini benar-benar telah lumpuh.. Angin meliuk melimbas kencang luluhkan tangkai pohon menggusik ketenangan..
Bangkai-bangkai tercium menyegak tanda kehancuran telah di kumandangkan.. Terbukti sudah...
Harapan ku sirna
Pupus tak lagi bisa mengeja nama di tiap langkah yg ku tempa..
Gelap gulita
Cinta yg ku bangun dengan gumpalan asa menguras jiwa akhirnya telah sirna.. Di sini ku hanya bisa meraba sisa aroma harum tubuh mu melukis masa yg tak terlupa..
Menggusap derasnya air mata ketika ku ingat waktu kita bersama.. Canda tawa
Bahkan ciuman mempersona membuat ku takluk tak berdaya..
Apalagi di mana saat itu senyum indah mu membahana di tiap hamparan dunia.. Apa yg harus ku lakukan..! Andai saja ku punya segalanya Kan ku raih rona bahagia menegadah di atas mahkota cinta.. Tapi apa..... Ku hanya insan biasa bila di bandingkan ku bukanlah siapa-siapa,bagi dia ataukah mereka.. Hening ku sejenak menyulam benang rindu di tiap jejak yg ku pijak di tiap deru nafas berdetak.. Ku ikhlas jika ini adalah takdirnya..
Mesti luka berhambur kecewa
Mesti lara menjungkirbalikan rasa
Tapi kamu tetap yg ku cinta selamanya.. Chinta... Detik ini adalah milik mu.
Masa ini adalah hak mu.
Hapuslah air mata mu lepaskanlah gengaman tangan mu peluklah dia,sayangi dia
Seperti kamu menyayangi ku dulu.. Biarlah ku simpan pedih dalam luka
Asalkan kau bahagia dengan dia.. Ku mungkin tak berarti lagi.
Saat luluh kehariban hati bercermin pada nurani menggikat tali cinta suci..Di situlah hati kan terpatri menggikat janji setia sehidup semati.. Selamat ya sayang..... Engan menepi galau ku hingga bisa kau bingkai indah mata mu di antara puluhan tangan menjabat mu.. Mungkin kau bukanlah tercipta untuk ku..
Tapi percayalah, Hati mu telah menyatu dalam butiran sukma ku.. Selain menggenang mu tak ada lagi yg lebih penting buat ku..
Malam ini aku hanya bisa menyapa mu dengan satu doa ku..
Semoga kau bahagia selamanya dengan dia pilihan orang tua mu..
PUISI KENANGGAN
Ku liris syair ini.. Agar kau mengerti,
Kash sayang ini masih terpatri untuk kamu yg ku cintai,
Walau kau telah pergi entah di mana ada mu kini.. ?"KAU TETAP YG TERINDAH"? Terang cahya bulan berbidik angan menyelinap bayang pijarkan harapan..
Di balik awan terselipkan kabut hitam keras menghamtam menyeruak ego ketulusan.. Kencang gemuruh halilintar menderu bergelembung bisu..
Mencuak laju menghantam empedu.. Ku coba teduh dalam satu hiba Mengais artinya rasa,
Ku masih jua terhisap sepi yg memangut di ujung sapa memeluk senja.,, Berakhir sudah asa pelangi yang ku rakit di atas pisau jiwa mu..
Senyap lelap berkumbang pilu Rindu yang menjadi lukisan sepi telah hanyut di telan angin lalu.. Chinta... Masihkah ada aku di hati mu...
Seperti aku yg selalu merindukan mu...
Di tiap helai nafas menderu
Di tiap alunan nada mendendang shadu
Dan di tiap denyut jantung ku menggiringi hari mu Seperti itulah hati ku yg selamanya ingin berada pada payung mata bening mu.. Tapi di mana ada mu..?Di mana kamu sayang... Kau pergi tampa pesan..
Melengang bagai layang-layang terbang tampa tumpuan..
Melayang&trus melayang tak ada landasan tuk di labuhkan.. Ingin sekali ku mencari..
Ingin sekali ku simbak kembali rangkaian mimpi.. Tapi ke mana lagi kan ku cari...Kau tak bisa ku temui bahkan di tiap lengkungan sunyi kau masih jua sembunyi.. Sepi sunyi ku gelitiki mencari ambisi mengukir bait2 terperinci..
Kau tetap tak ku temui Hanya selebat riuh angin gaduh menampar lahar mengulum peluh.. Chinta.... Kau datang membawa segumpal kasih sayang..
Tapi kenapa kau pergi meninggalkan hati ini sendiri.. Kenapa kau tega..! Bukankah kita telah mengikat janji mengabdi tiap hati mengoboti ketika tersakiti.. Chinta.. Dengarlah,,,,Degarlah celoteh nyayian rindu tiap waktu mengumpal peluh ku..
Mengomel tak tentu menunggu sebait kabar dari mu.. Tapi apa yg ku dapatkan hanya arakan awan,kebisuan,selebat angin bertiupan&nyayian usang tampa jawaban.. Saat tangan tak kuasa menggegam
Ku rentangkan telapak jemari
Setelah kau pergi
Ku tak tahu lagi kepada siapa ku berdiri.. Chinta... Segalanya telah terhembas waktu seiring jalanya kau meninggalkan ku..
Berlahan&berlalu kenangan manis itu masih melekat di benak ku..
Walau empedu menelan di akhir cinta ku..
Kau tetap yg terindah yg ku temui dalam perjalanan hidup ku.. I LOVE U. Entah dimana ada mu..
Ku harap kau baik-baik saja&selalu menyungging bahagia walau pun kita tak lagi bersama..
PUISI PATAH HATI
Ku simbak malam berbalut kelam,,
Saat bayang tak mampu ku genggam,
Saat penantian hanya bungkam... "AKHIRNYA KAU MEMILIH DIAM" Pesat saut kilat membelah lautan Membentang tajam memilah lahan
Gelegar guntur membelah bumi Terang sembunyi awan berselimut sunyi... Saat ku teriakan alam menghempas karang menghadang ladang..
Tak ada nyayian..
Tak ada selebat riuh yang datang..
Hanya gemuruh bayang mengerang kesakitan... Chinta.. Genap sudah luka ini menyelimuti tawa
Usai sudah cinta memelintasi dusta..
Sekeping jiwa telah terbakar bara Tinggalah api nada terhambur puing-puing cerita waktu kita bersama.. Kau tinggalkan penantian yg panjang ini
Hanya untuk kau abaikan lalu kau tinggal pergi.... Masih jelas di telinga
Kala canda tawa mu ternaung mengema saat senyum mu tumpah di pelupuk mata..
Masih terasa membahana lembut suara mu pun melekat menari-nari di ujung menara.. Langit yang pancarkan cahaya kian lama kian redup tertutup senja..
Sering ku lukis wajah mu penuh warna walau kuas yg ku tempa penuh derita.. Tapi semua telah tiada..
Bermimpi indah untuk kebahagiaan yg tak pernah nyata Menggegam kasih sayang yg hampa..
Penantiaan yg selama ini ku ikat dengan tali setia akhirnya telah sirna.. Ku tahu,kau diam hanya untuk memberikan kebebasan,
Tapi Untuk apa sebuah kebebasan Jika hati masih terikat tali kesetiaan..
Untuk apa kebebasan jika rasa ku hanya menjadi bahan cobaan... Achhhhhh,,,bilang aja jika km ingin pergi dari kehidupan ku..
Ngomong aja jika km mempunyai cinta yg lain,
Cinta yg lebih segala dari ku... Akan ku terima apa pun keputusan mu..
Jika kamu benar-benar ingin lenyap dari kehidupan ku.. Silahkan..! Walau pun jauh dari lubuk hati ku aku masih ingin bersama mu..
Masih ingin memilin hati untk mu..
Memeluk mu menjalin membangun hidup dengan mu.. Tapi kau tak pernah mengerti arti menanti..
Kau tak pernah memahami mengali arti isinya hati.. Kau hanya bisa tertawa saat kau puas mempermainkan ku... Achhh,,,tapi ya sudahlah.. Kini serumpun gerak langkah kaki pun mulai melemah
Seiring denyut jantung kian lama kian terengah.. Percuma ku menunggu mu Jika aku bukanlah pilihan hati mu...
Percuma aku mengadu jika kau tertawa di atas derita ku... Mengertilah...
Ku coba untuk bertahan hanya untuk mendengar suara mu..
Tapi semua dah jelas,kau memilih diam dari pada aku.. Sekarang ku dah benar-benar pasrah.. Selain membalut luka ku disela-selanya jantung memompa ku..
Memungut satu persatu organ jiwa yg tercecer oleh mu.. Berjalan sendiri di balik awan kelabu tampa mu menemani ku... Seandainya waktu bisa ku putar kembali.. Ku ingin menemui mu Menatap wajah mu&merebahkan kepala ku di bahu mu..
Menjaga mu&melindung mu hingga tak ada seorang pun yg berani menyentuh mu.. Tapi apa daya semua dah berlalu.. Kau diam,ku pun lelah tak mampu ku pandang
Semua terasa gelap yg menghadang.. Kini saatnya ku beristirahat panjang berhenti dari penantian setelah kasih&sayang ku terbuang.. Terima kasih chinta,
Atas kepercayaan yg dulu pernah kau berikan pada ku... Jangan ada air mata..
Jangan ada dusta di antara kita.. JIKA AKHIRNYA KAU MEMILIH DIAM... Jangan pernah ada kata menyesal mengenal ku..
Karena semua ini udah menjadi keputusan mu.. Ma'fkanlah ku.. Ku gak bisa membahagiakan mu..
Aku telah gagal membuat mahligai rumah tangga yg kita impikan.. Ku akan berhenti dari retetan penantian ini
Dan mencoba mencari cinta lain,
Cinta yg benar-benar mengerti arti cinta sejati....