Cermin

sunday, june 24, 2007Agra- sanjay Place2:00Gagah dan tampan impian AdamMenarik nan cantik sang HawaBerdiri tegar seolah menantangLalu kalah tatkala bersuaTiada kata seindah remajaTua pula akhir ceritaBangga saja dimasa beliaTongkat juga lalui derita Cantik dan tampan sudah lazimlangka sudah Iman nan taqwa Cermin sekedar gambar pantulanJangan terpedaya dan terlenaAmbillah tamsil kehancurannyaRetak

Mengapa

BY: M. Tasar KarimuddinSaturday, June 23, 200700: 15Agra- Sanjay place. Mengapa mereka masih disanaMenanti rizki dari anginBumi beku dan panas terasaTapi tak pernah bosanMengapa kita melirik sajaApa mata hati telah tiada, atau Cinta dengan tangan mereka, yangSelalu datang mengusik kita Mengapa beribu tangan berjalan dikotaSudah cukup debu menyiram kitaTapi, mengapa orang tua kita membisuPadahal

Kabari

BY: M. Tasar KarimuddinAgra: juni 22- 20074: 25Kabari kita bila kau disanaDunia sempit tuk berdustaJangan lupa bagi ceritaBiar pagi slalu ceriaKabari kita bila kau menangis, bukanGembira saja yang datangBerbagi hidup puaskan jiwa, janganLupa kita masih tetap setia

Dunia

BY: M. Tasar KarimuddinTuesday; June 19, 2007Agra- India01:28Dunia..Nampak cantik sekilas mataNamun ia sangatlah tuaInsan tak sadar berjalan diatasnyaBerlalu lalang seolah ia miliknyaDunia..Tertawa akan kebodohan kitaMenangis mengingatkan kitaBencana anggap saja dari yang ESATapi, ingatlah dunia ini sudah tua Dunia..Hina dan fana bukanlah sifatnyaDarah mengalir basahi iaSeribu mayat terbuka

Puisi: Jauh

BY: M. Tasar KarimuddinJauh..Terdampar di persimpangan kilometerJauh..Terseret dengan bisikan dunia fanaJauh..Terlena dalam gubuk tampa atapnyaJauh..Dari Sang Penguasa abadi manusia Jauh..Berjalan laksana dalam lamunanJauh...Tak sadar bahwa itulah impianJauh..Meraba tiba juga dipojokanJauh..dariNYA menuju kegelapanJauh..Duniaku ini bertemankan debu jalananJauh..Selimutku kini dari malam yang