Masa lalu kembali memuncah angan


"Rintihan Syair Puisi Air Mata Kejora

Waktu berjalan&berlalu ku bahagia tampa mu walau sakit yg torehkan untk ku begitu menggelora sukma ku..

Tapi,,,,,entah kenapa tiba2 bayang mu hadir merenggut tawa ku..
Menyelinap ruang demensi ku,,
Bagai candu yg tiap waktu menggikuti tiap langkah yg ku pacu...

?"MASA SILAM KEMBALI MEMUNCAH ANGAN"?

Sunyi jeruji awan cumbui hati warnai perih tancap nurani robohkan fundasi..
Hening ku kelupasi terik sang mentari tak peduli..

Kerlip bintang melenggang melayang dalam buih kejamnya asa kepinggan...
Jalur terjal atmofir melalang awan hitam tirkam rembulan..
Hati ku hilang bagai tertampar batu karang luluh terbang tubuh ku basah liangkan kepedihan...

Chinta...

Kaki ini serasa tertatih kau injak berlahan tapi menyayat perih..

Tak tahukah engkau,jiwa mu tlah merambat bersemayam merayu menyatu yg seakan bisa membunuh ku..
Asa mu telah menyatu bagai buih penghancur sukma ku..

Nafas mu adalah nyawa baru untuk ku..
Dimana aroma darah telah menyegat sukma mu yg tiap detik detak jantung ku memompa asa mu&ditiap urat saraf tlh mengikat kasih syang yg erat...

Hitam kenanggan telah pudar hantarkan curam..
Meleram tak mampu ku tahan gemerciknya pedih kala malam datang menghantam..

Telah ku kubur kenangan masa silam dalam diam..
Tapi kini..Dia kembali memucah angan...

Chinta...

Masih terasa hangat saat kau luntarkan hati ku ditengah himpitan semburat
Kau keparat latnat penghianat mulut manis mu berbisa&berkarat berkumbang asa penghianat..

Ku kecewa telah mengenal mu membisu kala cinta tak bertalu bertalikan surban asa palsu..

Seribu misteri masih terambik nadi mengurai materi mengacak ambisi..
Laksana duri berjalan dilempengan buih kerikil tancap tak bisa ku hindari...

Achhhhhh,,Tapi kenapa masa itu kembali terselip bagai jantung tersayat panasnya api teriris belati..
Darah kembali tercecer ditiap sudut hati mengalir berbisik benci..

Jerit ku kembali membana,masa itu kembali meronta merenggut indahnya senja..

Kau pencundang bermain dibelakang layar kerudung kebohongan yg kau taruhkan..
Kau pendusta pembual untaian kata manis yg kau jual...

Chinta....

Ku benci kenapa masa itu terukir kembali..?

Menghantam kuatnya tiap inci hati menguras tiap air mata merambas..

Achh..ingin sekali ku coba menghilangkan segala asa namun kian ku kucoba kian pula terasa..
Kata2 menjadi sedemikian langka tak berguna langkah yg ku tempa semakin terasa menyiksa jiwa..

Apa yg bisa ku lakukan menatah gelap dalam indahnya kehidupan..
Ku hanya bisa mainkan petik nada usang ditiap jerit kesakitan merapal kesunyian...

images001-001.jpglike.png Suka

images001.jpglike.png Suka




Mungkin inilah yg dinamakan rasa cinta..
Sebenci apa pun rasa itu,pasti kenanggan2 masa lalu masih tersimpan dalam jiwa,,,
Karena walau bagai mana pun Dia pernah mengisi hari2 bersama..

Key mungkin ini dulu yg bisa ane bagikan,
Tentang masa lalu yg datang kembali.....

SEMOGA MEMBERIKAN INSPIRASI KEPADA KITA SEMUA,,,

SALAM.

Terima kasih cinta

Inilah sebuah rilisan SYAIR PUISI CHINTA LINTANG Sebuah kisah kasih yang berani berkorban mempertahankan cintanya...
Walau pun dia dah di jodohkan orang tuanya...
Walau pun tali cincin telah mengikat di jemarinya..

"TERIMA KASIH CHINTA KARENA KAMU TELAH MENCINTAI KU"

"Ku hamburi hari dengan mengais apa yg tersisa dari serpihan-serpihan jalanya jiwa...
Tak terasa masih saja rindu ku mengumpal menghiasi langit dengan aneka warna...

Sungguh....
Sungguh ku bahagia...
Sungguh ku tak kuasa menahan jatuhnya air mata...
Ketika bibir mungil mu berkata akulah satu2nya...

Walaupun ku tahu,
Jemari mu telah terikat tali cicin pertunangan..
Tapi kamu masih jua berjuang untuk orang yg kamu sayang..

Chinta....
Tahu kah kamu....

Sambar kaki mengejar diri tak gentar merakit nadi geliti hati..
Kau lah semangat baru dalam hidup ku yg begitu berarti..
Kau lah semangat baru dalam hari ku yg begitu indah tiada terganti..

Goncang serdadu menelan alam menabuh pilu..
Kau lah bulan yg terangi di tiap jalan-jalan ku...
Kau lah bintang yang mampu memberi warna dalam hidup ku...
Kau lah sang lembayung bayu yang tiap waktu menjadi penyejuk hati ku...
Kau lah yg mampu beri arti dalam hidup ku...

Walau kini ku tau..
Kamu dah ada yang meminang mu...

Terima kasih sayang...!

Ku merasa bangga&terharu ikatan cicin mu tak berpengaruh dalam hidup cinta mu...
Kau telah banyak korbankan rasa demi aku...
Kamu telah berusaha menjadi bagian dari hati ku..

Ku yakin,diri mu adalah bidadari terindah yang pernah di kirimkan untuk ku....
Engkau akan menjadi ratu yang bertahta di istana hati Ku...
Engkau akan menjadi puisi terindah yang pernah ku tulis tiap malam mengadu&engkaulah yg mampu menjadi pelengkap dalam hidup ku...

Chinta...

Percayalah penantian yg panjang ini tak akan pernah ku sia2 kan...
Walaupun akan lelahnya penggembaraan menguras kepenatan..
Akan tetap ku nanti di dermaga pelabuhan....

Terima kasih chinta......

Walau kadang ku takut menerima anugrah ini...
Tapi aku janji akan selalu menjaga hati sampai ajal menjemput ku nanti...

Satu hati kan ku patri...
Satu jiwa kan ku bela...
Ku percaya cinta ini bukanlah sandiwara...
Gengamlah tangan ku mari kita bercinta...
Melepaskan segala benak menempel di jiwa...
Kita hidup bahagia selamanya....

Berjuang melibas masa entah tanggis atau tawa yg mengakhirinya....

"TERIMA KASIH CHINTA KARENA KAMU TELAH MENCINTAI KU"

Ikatlah Cincin Di jemari Ku

Siapa yang takut jika rasa yg kita pertahankan tiada kepastian...
Bagai terombak-ambik tak ada arah&tujuan...

Ini adalah sebuah rilisan syair puisi,
Semoga dapat menjadi inpirasi kepada kita semua....

"IKATLAH CINCIN DIJEMARI KU"

Malam bertabur mega awan mengringsut arca mengugah cinta menabuh asmara...
Ku jejakan kaki merentas raga melangkah menuju cahaya...

Lembut kalbu sentuh hati sendu getar jiwa pun pilu..
Hening memburu gejolak kelu hantar asa terasa rindu..

Ku pandang lekat rona indah wajah mu terselipkan sinar terangi jiwa ku...

Tapi mampukah ku mengapai mu.....

Waktu berjalan tak tentu hingga ku tak sadarkan kau jauh dari sisi ku...
Betapa besar kasih sayang ku pada mu...
Tapi tak jua ku mengerti kemana arah tujuan mu...

Chinta,,,

Tidakah kau menyadari betapa tersiksanya batin ku yg selalu bertahan demi keutuhan cinta abadi karena ketidkpastian mu...

Cinta ku bagai diambang ditengah lautan tak ada arah&tujuan...
Tak ada tempat untuk di labuhkan..

Chinta...

Dah sekian lama perjalanan cinta kita melibas masa...
Segalanya menjadi esa dalam sbuah rasa..
Entah tangis atau tawa,dua2nya bermakna ribuan kata...

Mengurai kenangan asam manis garam kehidupan telah kita rasakan bersama...

Tidakah kau rindu akan jeritan tanggis bayi ditenggah malam mengadu...

Ku ingin berteduh dari segala keluh&gaduh..
Ada aku&engkau yg trus perpeluh membangun jembatan kasih yg utuh...

Chinta.....

Ikatlah cincin di jemari ku...
Agar ku tahu betapa setia&besarnya cinta mu pada ku...

I miss u...

Ikatlah sayang agar ku bisa meraih masa depan dengan mu...

I love u....

Delema Penantian

Kala sag surya tenggelam..
Malam datang membentang kegelapan membayang...
Seiring gelisah ku yg mencekam...

Tanggis ku pun tersendat pilu...
Karena tak ada kau disamping ku...

Lirih ku sebut nama mu ditepi pembaringan yg sunyi...
Terkenanglah dimana saat itu..
Begitu indah senyum manis mu mengambang dibibir mu yg merekah...
Membuat ku terbuai&angan ku melambung tinggi keangkasa biru....

Semilir angin malam menyapu wajah ku yg trasa kusam...
Tak mampu membuat ku larut mimpi krn bayang2 kepergiaan mu menggugah kesendirian ku...

Oh...Tuhan,ada apa dgn smua ini..?

Pernah ku coba hilangkan asa ku pada mu..
Namun kian ku coba kian pula terasa...

Akhirnya ku sadari betapa cinta&sayang hny untuk mu....

Datanglah sayang...
Kan ku genggam jemari mu kan ku bawa kemana pun engkau pergi....

Bertamu Di Satu Masa

"Malam bertabur bintang sebaris mimpi terbuang dibara api panas membahang....
Sejengkal sajak kaki ku tersandi dipadang luas terbentang...
Inilah penantian ku yg makin lama serasa menghilang...

Rintih sedih memantul dinding batu ketika tanggis menderu risau anggin menyapu...
Ku songsong waktu menemukan kamu..

Tapi kapan...dimana sendu...

Kau gelitiki mencari sakti seakan kau tak peduli lalu pergi menusuk nadi...
Sekian lama ku nanti kabar tak jua ku temui...

Chinta..

Dimanakah engkau kini...
Tidakah kau mengerti ku slalu menanti diteriknya mentari...
Sunyi malam trus hantui bahkan tancanpan duri tiap hari,
Tapi tetap ku jalani...

Oh..Tuhan,...

Berilah ku kuatan tuk bertahan...
Merilis arti kebhgiaan di penghujung penantian..

Walau makin lama ku nikmati benua cinta yg makin menyiksa...
Tapi ku percaya cinta kan mepersatukan kita...

Di tiap urat saraf kita telah mengalir aura ya sama..
Walau asa mu tak menyala redup tak terasa..
Tapi ku yakin kita kan bertemu di satu masa...
Masa di mana hanya ada kita berdua...

Cinta Yang Tak Pernah Nyata

Di mana letak kesetiaan ketika rasa dusta telah merajah sukma...
Di mana letaknya rasa ketika penantian hanyalah ilusi belaka...

Inilah sebuah rilisan syair puisi, Yang tentunya mengundang air mata luka...

"CINTA YANG TAK PERNAH NYATA"

"Tenggelam ku dalam luka yg tak berujung...
Lelah guratan kaki menampak jiwa ku terapung...
Awalnya ku lihat cahaya terang merona diwajah mu,
Kini hanya gelap yg menggantung...

Ku duduk setia di sudut keheningan mengais bisu arti sbuah kebahagiaan...
Di tebas mimpi semu yg kau janjikan memasung tawarkan khayalan dalam kecewa tak berkesudahan...
Hingga membuat lidah ku kelu menelan kenyataan...

Oh nirwana...

Tamaram kelam berkabut hitam diujung senja...
Warnai percikan asmara dijelaga lara...
Bersama kita mengunyah suka&duka,
Kini sendiri ku telan kecewa...

Miris jiwa berpasung kelopak awan dicambuk murka..
Dinggin teriringi raga kepedihan menyapa menyeruak tinggal puing harapan yg tersisa...

Nirwana...

Butir air mata ku berderai bagai hujan melambai...
Wajah kusam tak berdawai akhirnya asa cinta ku tlh usai dihantam gelombang perisai...

Dimana kau lantunkan kata hingga peraduan ku bisu tak bersuara...
Mengalun sendu diantara gersang merana...

Inilah akhirnya asa ku tersayat luka bertabur cinta berdusta...
Raga tak bernyawa hny jiwa yg ku rasa...
Mengiba-iba cinta yg tak pernah nyata.....

SEMUA MENJADI ABU DALAM PENANTIAN KU

Penitik hujan menelan sinar sag rembulan...
Warnai hitam alam resah tinggal kenanggan...

Pada ranting kemuning ku tirahkan deru asa memuncah menumpah gelisah...
Kerling benak tak segersang ilalang bagai akar lumut tumbuh menebar tiap sisi menempel rapat melekat erat susah dijamah....

Cinta ku tlh bersemayam ditanah...
Memaksa kelopak mata ku bergulir mengalir basah...

Malam membatu memburu menghapus bayu terhempas badai pilu...
Lelah guratan layu kala kau terbungkus kain kafan mu..
Raga ku ngilu uraf saraf kembli bertalu..

Ku jeritkan sgla aroma pedih ku...
Membumbung kepergiaan mu...
Msh teringat kala janji2 manis mu membogkar hatiku...

Menguatkn iklar setia sehidup semati...
Mengeser tiap inci mengapung&mencetak jadi batu mati...
Tp kini kau tlh benar2 pergi&tak mungkn tuk kembli...

Kemana lagi kan ku tunggu dimana sendu tp smuanya tlh berlalu...
Semuanya tlh mjd abu dlm penantian ku...

BAHAGIA MESTI DALAM SATU DEBU

Malam kelabu awan meringsut diam mengarak asa melaju...
Hidup tak tentu dlm hening kesendirian menusuk jantung ku...

Menebang daun bambu mendekap rindu yg selalu ingn membunuh ku...
Hati kelu menikmati pedih dlm sepi ku...

Sudah terlampou jauh kasih ini menyulam benang kusuk yg kau sisikan untk ku...
Tp ku tak surut mengulur benang asa untk mu...
Karena cinta ku hny untk mu...

Terkadang ku merasa tak mampu...
Takut berharap kau meninggalkan ku...

Sayang ku...

Hny kesetiaan mu jualah ku trus bertahan memikul beban asa yg ku bekukan untk mu...
Tiada yg laen&berharap untk satu cinta mu...

Ku bersimpah peluh menunggu hadir mu..
Yg trus membiarkan angan ku melukis apa pun tentang mu...
Membakar sepi ku yg sempat lenyap dihantam badai ragu...

Tak kuasa sudah ku ingn bahagia dilapang dada mu&menanggis disudut bibir mu mesti hny lewat kalbu.....

RAPUH


Bagaikan berjalan di atas angin terasa teropoh untuk bergerak,



Entah apa yang terjadi dengan jasad ini?

Dengar-dengar terlalu lelah dengan duniawi..

Ada juga yang mengatakan kalau aku kurang merah..

Bisikan sepintas mengatakan kurang berkeringat..
Semuanya tersirat makna yang benar, namun

Dibalik semua rujukan duniawi ada satu janji kita
Dimana janji akan datang tanpa diundang
Bahkan

Arah Hidup


Terkadang hidup ini menjebak arah kiblat kita,namun



Saat itu juga mengarahkan kepada hal yang baik.

Adakala nafsu mendampingi serta mengajak untyk ingkar,

entah arah yang diprioritaskan itu kelabu bahkan abu-abu.



Hidup ini ibarat perahu yang kita tumpangi melewati samudra yang luas, baik dan buruknya armada tersebut hanya Allah dan penumpang yang tau.

Bisakah kita melewati samudra itu