KOMPASKU

M. Tasar KarimuddinMasaku berlalu seperti angin yang tak terarahKompasku masih terlalu kuno dizaman iniKucuba bangun dari mimpi namun tetap jatuhAku hidup tapi terasa mati Jauh disana kutinggalkan mereka yang s�lalu berharap,Berdoa bahkan rindu akan kejayaankuDisini aku akrab dengan lamunan dan terlelapBangkitkan aku dari pelukan yang bekuKucoba tuk menentang angin yang tak bersahabat,Merusak

Percikan Neraka

M. Tasar KarimuddinKedap- kedip seakan club yang kutempati,Tubuhku disirami air yang asin dan sehat.Ntah kapan suasana ini akan ku akhiri,Kini,aku rindu pada musim yang berselimut. Segi empatku bagaikan ayam bertemankan arang,Surganya kamarku hilang diselimuti percikan neraka.Disudut itu tubuhku berjuang dengan peluh yang datang,Tapi, aku jatuh lumpuh tak berdaya tuk berlaga.Kucoba meraih pelukan

Cah Rauh ( 1 Juni 2009 )

BY: M. Tasar KarimuddinSusah memejamkan mata yang sangat penat,Resah dan gundah menunda itu semua.Rasanya bumi seakan menimpaku sangat erat,Padahal dunia masih seperti biasa. Kicauan burung menyanyi menyapaku,Namun, rasa takut pula datang menghantui.Ku utak � atik kata via YM bersama cintakuBagaimana dan kemana?akhirnya direstui. Berbahagialah kedua hati yang telah terikat,CAH RAUH awal menuju

Sedetik bersama Laila


BY: M. Tasar Karimuddin

Sunday night22February2009

Dimana dan kemana cerita berlabuh
Ikatan mesra bersemi kembali
Jarak tiga abad runtuh tak berteduh
Kini masanya rekonstruksi kembali

Aku menjilat liur ditanah gersang
Khilaf dengan jampian hatinya
Mungkinkah kami jadi sepasang?
Allah jua Yang Maha Kuasa
Kadang datang duka mengiris Minta petunjuk diakhir sujudKejujurannya luka menipisJauhkan