BY: M. Tasar KarimuddinMasih berbisik suara mereka ditelingakuBerteriak, menangis seakan diazabDidalam putaran bergulung kita bakuKini sirna dengan empat kali atap Ingatkah kita akan teguran mautCinta dunia fana tak bergunaNyata tersirat murkanya sang lautAlam merata tiada bernyawaTapi, mengapa mereka bagaikan syeitanHilang ingatan akan ombak yang bergulungApa karna jabatan menjadikannya sultan?
0 Comments
Diposting oleh
Ajis Mosleem ,
,
Jumat, 23 Mei 2008
12.49
By: M. Tasar KarimuddinNak, ingatlah pusaka ayahanda Bukan rencong atau kekayaanKata-kata indah yang selalu beriramaTampa instrument kau pulas diayunanNak, masih ingatkah akan nada- nada ituIbu selalu bernyanyi sebagai pengantar tidurmuKamu tersenyum dan meniru kataku ituIbu berdo�a semoga nada itu menjadi senjatamu Adikku, bangunlah istana yang indah Namun, tak megah bagi yang melihatHidup dan
Langganan:
Komentar (Atom)