Anakku

BY: M. Tasar KarimuddinJari yang mungil menampar mukakuBukan marah tapi semakin sayangKutatap wajahnya seolah kembarankuIa tersenyum tampa menantangAnakku, parasmu pelita dirumah iniSudah lama impian ini berkelanajauh disana sebelum duniamu disinikini kutak ingin lagi mengembara anakku, kenapa menangis?Kalau rindu panggil saja ibu dan ayahTapi jangan menangis??Ayah tau kamu ingin bermainan

Puisi: Maaf

By: M. Tasar KarimuddinKata indah menaklukkan duniaAkrab dan bersahabat Sebaliknya ia adalah mangsaHati- hatilah sobatMaaf sangat mudah dalam lafazNamun sulit pula bagi hatiIa memakaikan kita setelan jasTampak elok nan berseri Maaf perkataan yang bijakTerimalah dan rangkulMaaf lahir jangan ditolakBathinpun berkata betulMaafkan hambaMu sambil bersujudSaling memaafkan mesti terwujudSanjay place,

Gundah dan Gelisah

BY: M. Tasar KarimuddinGundah ditengah malamGelisah terasa di pagi hariSemuanya hampa dan kelam Gundah dan gelisah menyelimutiGundah pergilah dari benakkuGelisah jangan mendekatKuingin hidup ala nalurikuWalau menurutmu melaratSanjay Place, Agra- IndiaTuesday, October 02, 20071: 45 AM