BY: M. Tasar KarimuddinPPI- New DelhiKamis, 31- Aug- 2006.03: 15 Am.Menunggu mimpi ilham tuhankuBenarkah dia kelak jodohku?Datanglah pasti kedekapankuTerlepas bathin dari belengguJangan menyapa angin berlaluMembawa debu mengotorikuTanyakanlah hati kecilmuBisikan suci hadir untukmu Lembaran baru lahir untukmuTertutup sudah kisah dahuluTak ingin diri meniti palsuHarapan hati sabar menungguMengkaji
BY: M. Tasar KarimuddinPPI- New Delhi- India25 August 2006.03: 00 AmLelap diiringi senyum sang hitamTak sabar cerah segera dampingiTangan di dahi pecinta sejatiDunia maya dianggap lahiri..Merasa dunia mereka milikiKiri dan kanan tiada berartiAngin bertiup bak merestuiTeduhan alam seolah jannatiBasahi bumi mengadu diriKala mendung hiasi diriMemejamnya sulit di diriMengeluh salahkan diriMemandang
By: M. Tasar KarimuddinWednesday, August 23, 2006.Safdarjung Enclave, Coffee day.Time: 20: 15.Di bawah papan bertuliskan caf�Kuteguk iceberg boroskan rupeeSiempat kaki setia didhalimiKucoret siputih curahan hati Silalu- lalang ciptakan bisingHembusan asap peredam pusingBelaiannya kerutkan keningDipikirkan jua tidak tersuntingMengukuhkan diri untuk tinggalkanMencari penganti penghias badanWalau
BY: M. Tasar Karimuddin New- delhi- Harish selasa,22-08-06. 18-10.Ditempat yang sama kuterlelapDinding putih tua penuh coretanLaba- laba berlabuh berserakanTak sadar diri mata terpejam Suara syahdu yang bersahabatSabtu minggu selalu berjalanCoretan angka berkalikan hitamCamkan ia jangan abaikanKicauan burung tanda t�lah terangKucoba teguh dengan catatanKubentuk diri untuk hadapanRugikan belia
BY: M. Tasar KarimuddinMenuggu takkan mendatangiMencari saja belum pastiBila menjauh petaka sendiriLakukanlah taklukkan diriLima kumandang sejukkan jiwaTinggalkan segala sembahlah DiaAngin bertiup memuji yang EsaMengapa kita matikan rasa???Ayat suci jauhkan bencanaMenjamin insan arungi samudraPesan Rasul jangan dilupaBaca nan renungi kelak bergunaMenangis kita diawal datangKarna takut jadi
By M.Tasar karimuddinMasa itu.....datang tampa diundangnamun, susah ntuk dilupakanbencinya aku mengingat dirimutapi engkau tempat aku bercerminkala itu,,,,,,,,aku masih bingung bahkan bimbangapakah engkau akan kembali?tidak,,itu tidak mungkin terjaditapi engkau yang membuatku ceriatertawa, menangis...sedalam- dalamnyaIzinkan aku ntuk mengenangmurinduku padamu tak tertahankanmasa kecilku, masa
By: M. Tasar KarimuddinMasya Allah anggun wajahnyaBidadari langit bak menjelmaHasrat diri nak melindungiApakah ia belahan hati??? Subhanallah bahasa memujaCiptaan Esa tercermin nyataIntan permata hiasi duniaHiasan diri para juwitaInnalillah sebagai pemula Melirik rusuk bernyawaPuteri imani yang tercintaDiimpikan sang pujanggaInsya Allah dengan izinnyaShalehahnya kunci bahagiaAdam Hawa damai
BY: M. Tasar KarimuddinRabu,1- august- 2006.02:00- PPI- N. delhi.Mukhtar,,,,Kau hujani bumi sang illahiDemi satria dinegeri GandhiImpianmu coba ku penuhiWalau jauh diujung bumi Kahar,,,,Maafkan adik bila terlaluBersambut lidah masa ituBenarlah ia sadarkan akuInsaf kelak tidak berlakuZulfi,,,,Dia buka celah keajaibanJalan pintas memastikanKarsum famili jadi teladanPulanglah untuknya puslamFauza,,,
BY : M. Tasar KarimuddinDuduk terpaku dalam renunganSujud gelisah mata memandangharapan hari mentari terangiAdakah diriku menatap pagiAlirannya berlumuran dosaHati terisak menahan dukaBencinya menusuk jiwaApakah aku dirinduinya Bukankah syurga ada disanaNeraka pula mencari wargaIngatlah ia benahi cintaKekal abadi kan terasaYa Ilahi,,,Ku tak sanggup dilaknati Dosaku pula menyelimutiKu pupuk cinta
BY: M. Tasar KarimuddinChaira,,,,Cinta pertama yang hilangBukan mudah tuk dilupakanWalau jauhku diperantauanBersamamu kini kuimpikanKembalilah wahai masadisana kurasa bahagiaRupa menawan sang jelitasenyumannya penyejuk jiwa Chaira,,,,Kucoba meggapai masa itusa'at sa'at kita bersatuNamamu terukir dinafasku Sungguh daku mencintaimuTeman sejati menanti akhiriDamai sejahtra nak telusuriNantilah aku
BY: M. Tasar KarimuddinAyu wajahmu bukanlah bulanLama dipandang tiada bosanApalah daya seorang insanCinta datang tak memandangKucuba menghindari kata cintaNamun hati tidaklah berkenanKusimpan kata tak terucapkanLidahku tak sanggup meredam Dosakah aku bila mencintaimuSudikah dirimu n'tuk kukasihiJadilah sayang teman sejatiMelalui fana menuju ukhrawiDevi......Jauhnya jarak bukan penghalangJangan
BY: M. Tasar KarimuddinJiwaku Jahra,,,Kucoba hias alirkan tintaUkiran kata seolah memujaApakah dirimu merindui kuDiriku tetap merindukanmuWahai Muda,,,Kesenanganmu penyejuk jiwaSenyumanmu meredam durjanaKaulah sosok Malaikat perdanaKau beranjak derita bergeloraCintaku Ilham,,, Simpanlah air matamu yang suciJangan biarkan membasahi bumiWalau lima nan lebihku disiniPejamlah matamu kukan
By: M. Tasar karimuddinMengapa ibu selalu disanjungEngkau juga sebagai pelindungKau arungi dunia tampa penghujungPeluh, Lelah demi sijantungBahasa bijak menjadi warisanKegigihanmu adalah tangisanPetuahmu menjadi pedomanKau adalah ksatria impian Rinduku padamu bukanlah hiasanMudah dipajang, Dijual belikan Walau purnama bersinar terangHati sunyi pekat makin bimbangEmpat sisi gelap kumenetapHati
By: M. Tasar KarimuddinKupandang bintang bila merinduimuHarapan hati dirimu ria nan damaiDo'a, air matamu tak henti kurasaHari- hariku selalu bersamamamuBunda,,,,,Dalam kegelapan engkau bersinarPenunjuk jalan setiap insanTangisanmu tanda kasih sayangMurkamu bumi bergoncang Bunda....Kutak ingin menjadi sang durhakaMelalui tindak- tanduk juga bahasaSilahkan jaman bernari senangjanganlah air mata
By: M.Tasar karimuddinTertidur lelap dipangkuan lailaKutebar senyum bila diselimutinyaLaila, untuknya diartikan gelapBagiku ia adalah belahan jiwa.Fitri, nama yang indah ntuk diucapkanBergetar hati bila mendergarnyaTerbuka hati ini ntuk namanyaterkunci pula bagi yang lainnya.Laila fitri,,,Akrabnya nama itu dilidahkuJantung, darah bergejolak karnanyaApakah ini tanda- tanda cinta setiaAtau hanya