Aku tau engkau kesal bahkan marah dengan sikap ku,
aku tau engkau lelah dan terbeban dengan tanggungjawab,
introspeksi telah aku jalankan tapi masih sangat jauh dari harapan,
maafkan aku jika belum bisa membawa mu ke bahtera kebahagiaan dan ketenangan.
Berusaha untuk menerima kekurangan mu adalah ibadah ku,
namun syaitan jua selalu berlomba dengan ku,
kehidupan ku yang dulu menjadi
Bersantai sejenak dengan air hitam dalam gelas kecil menjadi kebiasaan yang indah,
bercengkrama dengan teman-teman dekat adalah silaturrahmi agama,
namun, perkumpulan tersebut tidak semuanya baik,
jika mulut menebar fitnah maka dosa pun tertawa riang,
seandainya kebajikan yang dibicarakan maka pahalanya tiada terkira.
Di warkop pojok jalan tersebut kami berkumpul,
tidak ada lain hanya
Badan ku kaku lemas tak berdaya,
bergerak pun tidak jauh dari rumah mencari keramaian dunia,
terletak disudut dengan segelas kopi berusaha menulis puisi meskipun lemas tak kunjung hilang,
sepertinya raga ku ini sudah tidak kuat dengan beban kerja yang berat,
berlalu lalang lhokseumawe - matang sudah tidak mungkin lagi seperti lima tahun yang silam,
tubuh ku ini sudah kurang kuat
Menyiarkan agama dengan cara doa dan usaha,
perlu pengorbanan waktu, pikiran dan keikhlasan sepenuh jiwa dan raga,
perjuangan yang sedang berjalan membentuk kami untuk tetap kuat dan terus berjuang,
gedung megah itu sudah ada tapi sayang belum di huni oleh pemilik yang layak,
program sudah termaktub namun Allah masih berkehendak hal yang lain.
Ma'had itu harus berjalan dan besar
Tanggungjawab sahabat semua rutinitas,
Keahlian dan tenaga sebagai mesin penyempurna,
Pekerjaan merupakan bunga-bunga kehidupan,
Masa yang berlalu tidak terasa dengan kelalaian tugas dan kerja,
Coba saja ukur dan pikir apa yang telah kita berikan kepada dunia?
Untuk generasi kita selanjutnya?Untuk anak cucu dan keluarga???
Memelihara amanah bentuk kecil darinya,
Menjalankan amanah
Kemuliaanku bukan apa yang di nilai oleh orang,
kemuliaanku bukan kemegahan dunia,
kemuliaanku bukan kehormatan dan jabatan,
kemuliaanku adalah ketenangan jiwa dekat dengan RABBI,
Aku merasa serba kekurangan dalam mendidik mereka,
Umur ku yang sudah setengah abad tidak cukup untuk menjelaskan,
Belajar membaca bukanlah masalah usia,
Tapi halangan dan rintangan yang ada dalam
Kesopanan mengalahkan jabatan dan wibawa,
persahabatan berjalan bak air berlalu tanpa adanya perbedaan,
kelembutan kata dan bahasa menarik kita untuk berkorban,
meskipun itu tanpa pamrih tetap ikhlas kita jalankan.
Indahnya kata pertolongan tidak bisa di ukur dengan harta,
siapapun akan terkapar bila mendengar kata itu,
kemarahan akan reda begitu juga pangkat akan di kesampingkan.
Banjir datang menyapa tatkala rindunya tak tertahankan,
berganti hari ke minggu datangnya bulan dia datang membasahi bumi,
dia tidak salah namun kita harus berbenah,
menghadapinya bukan dengan melawan tapi mencegah dengan mencintai alam.
Musibah itu tidak akan datang tanpa undangan,
kita lah yang memanggilnya untuk memberi salam,
duka dan lara kita rasakan bagaikan tidak berdosa,
Puisi ini merupakan salah satu kisah keputusan sikap ku terhadap pekerjaan yang telah kujalani, namun dalam pertengahan ada pula pekerjaan baru yang memang tidak terlalu banyak menghasilkan uang saku, tapi kedekatan diri dengan Tuhan disertai ketenangan dalam pekerjaan baru ini jelas dan nyata.
Keputusan salah satu wujud kesuksesan untuk meraih karir yang baik,
Meskipun mereka
Indahnya kenangan yang telah berlalu meskipun tidak akan pernah
kembali,
Indahnya masa kecil terlalu singkat aku jalankan
Indahnya masa itu tidak akan pernah membuatku bosan dan murka,
Masa indah itu akan selalu ku bawa sampai akhir hayat ku.
Indahnya bersama keluarga menghantuiku di setiap waktu,
Hari dimana kakak beradik bergurau dan bercanda di atas meja penuh
hidangan,
Ada kala
Amarahku tak terkendali dengan sikapnya yang tidak berubah,
Tidak melihat waktu dan rasa langsung saja menugaskan tugas baru,
Manusia memiliki jenuh dan lelah dalam bertindak,
Jadi berhati-hatilah dengan perintah mulut mu.
Apakah kamu tidak bisa mengerti dengan kesibukan yang ku jalani,
kita sama-sama bekerja tapi jarak mu dan diriku sangatlah berbeda,
kamu hanya di dalam kantor
Sekolah itu masih terlintas dalam benakku,
di sekolah itu aku berhasil sekarang,
sekolah itulah yang membuatku kuat dan berani untuk mengambil tantangan,
dengan sekolah itu aku bisa tertawa dan menahan tangis tatkala sedih.
Sekolah ku kini telah berubah dalam bentuk fisik,
tapi bocah yang berlari-lari sama dengan masaku dulu,
aku rindu dengan masa itu yang penuh dengan kegembiraan,