Puisi: Ayahanda

By: M. Tasar karimuddinMengapa ibu selalu disanjungEngkau juga sebagai pelindungKau arungi dunia tampa penghujungPeluh, Lelah demi sijantungBahasa bijak menjadi warisanKegigihanmu adalah tangisanPetuahmu menjadi pedomanKau adalah ksatria impian Rinduku padamu bukanlah hiasanMudah dipajang, Dijual belikan Walau purnama bersinar terangHati sunyi pekat makin bimbangEmpat sisi gelap kumenetapHati

0 Response to "Puisi: Ayahanda"

Posting Komentar