Dua Bait pantun

M. Tasar KarimuddinHidup tampa arah yang jelasMenghasilkan buah simala kamaMelihat tak memandangHilang sudah nikmat dunia Melangkah mengikuti jalan Mencari lelah bahkan pincangBernafas tampa temanBukan berarti terus melajangDua bait pantun kulayangkanSebagai tanda ingin bertemanMendekatlah wahai kawanMari mengikat tali persaudaraanSanjay Place, AgraTuesday, June 30, 200918: 20

0 Response to "Dua Bait pantun"

Posting Komentar