puisi: Seuramoeku

BY: M. Tasar KarimuddinMasih berbisik suara mereka ditelingakuBerteriak, menangis seakan diazabDidalam putaran bergulung kita bakuKini sirna dengan empat kali atap Ingatkah kita akan teguran mautCinta dunia fana tak bergunaNyata tersirat murkanya sang lautAlam merata tiada bernyawaTapi, mengapa mereka bagaikan syeitanHilang ingatan akan ombak yang bergulungApa karna jabatan menjadikannya sultan?

0 Response to "puisi: Seuramoeku"

Posting Komentar