Kamis cerah
diselimuti gundah yang masih samar menyambut nikah,
23 adalah tanggal
indah di iringin tahun 2011 yang sangat megah,
Di ujung sudut
musholla aku beku bermandikan keringat dingin,
Was-was apakah akan
berulangkali jawaban akadku nanti.
Ceremonial pun
dimulai semakin kencang pula detak jantungku ini,
Entah apa yang akan
terjadi sewaktu perjanjian suci harus ku sahuti,
Kepada
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Response to "Puisi: Pernikahan"
Posting Komentar